Duo Bali Nine Dieksekusi, Wisman Asal Australia Akan Tetap Berwisata ke Bali

4
Warga Australia membagikan stiker selamatkan terpidana mati Bali Nine, di Denpasar, Sabtu (31/01).

Kuta – Terpidana duo Bali nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan sudah meninggal dunia, otak penyeludupan narkoba jenis heroin pada tahun 2005 dieksekusi pada Rabu dini hari (29/04) di LP Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa tengah.

Caroline wisatawan asal Australia mengatakan, bahwa pihaknya turut berduka cita atas menimpa dua warga Australia.

“Sebenarnya kami tidak sepakat dengan adanya eksekusi mati dengan narapidana narkoba. Meskipun mereka bersalah telah menyelundupkan narkoba tapi mereka masih berhak untuk hidup,” terangnya, saat ditemui di Pantai Kuta, Badung, Rabu (29/04).

Dia mengaku mengetahui bahwa pemerintah Australia telah berusaha untuk menyelamatkan Myuran dan Andrew, tapi pemerintah Indonesia tidak mengubris permintaan dari Negara.

“Kami tahu pemerintah Indonesia tidak mau mengabulkan permintaan pemerintahan kita. Saya secara pribadi sangat menyayangkan adanya hukuman mati ini, karena kami tidak menerima adanya hukuman mati,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah usai adanya eksekusi ini pihaknya masih akan berkunjung ke Bali, Indonesia.

“Ya saya masih akan berkunjung ke Bali, karena kami sudah terbiasa berlibur kesini,” jelasnya.

Sementara itu menurut wisatawan asal Tiongkok Wue Mei menyatakan, pihaknya mengetahui bahwa ada warga asing yang dieksekusi atas kasus narkoba.

“Berita ini tidak hanya dilokal saja, tapi di media internasional juga membahas persoalan eksekusi ini, jadi kami tahu,” paparnya.

Dia mengaku tidak bisa berpendapat atas hukum yang ada di Indonesia. “Kami tidak bisa komentar terkait hukuman mati di Indonesia ini. Setiap Negara memiliki kebijakan sendiri-sendiri,” pungkasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca