DPK Bank Syariah di Bali Mengalami Perlambatan

0

Denpasar – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali Zulmi menjelaskan, mengatakan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Bank Syariah mengalami perlambatan, meskipun jumlahnya meningkat 2,30 persen atau sekitar Rp17 miliar. Pada akhir tahun 2014 tercatat sebesar Rp756 miliar sementara tahun 2013 tercatat DPK Bank umum syariah sebesar Rp739 miliar.

Dari sisi total kredit, bank umum syariah tetap memperlihatkan peningkatannya sebesar 22,94 persen. Tahun 2014 total kredit sebesar Rp1,47 triliun, sementara tahun 2013 mencapai Rp1,20 triliun.

Jenis penggunaan kredit bank umum syariah ini banyak digunakan untuk konsumsi sebesar Rp877 miliar hingga akhir tahun 2014. Sedangkan yang digunakan modal kerja sebesar Rp438 miliar dan yang digunakan untuk investasi hanya Rp164 miliar pada Desember 2014.

“Terbanyak memang digunakan untuk konsumsi oleh masyarakat Bali, contohnya untuk KPR,” ungkapnya, di Denpasar, Jumat (06/02).

Sementara itu total aset bank umum syariah hingga akhir 2014 meningkat 21,19 persen atau senilai Rp268 miliar. Peningkatan tersebut dari Rp1,26 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp1,53 triliun pada Desember 2014.

“Pertumbuhan bank syariah ini mungkin dipengaruhi oleh pertumbumbuhan ekonomi Bali yang semakin meningkat,” terangnya, di Denpasar, Jumat (06/02).

Peningkatan kinerja perbankan syariah di Bali dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti iklim usaha yang masih bagus, kondisi ekonomi, sosial, politik masih bagus, serta pangsa pasarnya juga masih bagus.

OJK berharap pada tahun ini, industri perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik lagi. “Animo masyarakat juga bagus. Kami harapkan industri perbankan syariah terus tumbuh dari tahun ke tahun,” terangnya.

Sampai saat ini, berdasarkan data OJK Provinsi Bali jumlah bank umum syariah di Bali total mencapai 29 hingga akhir tahun 2014.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca