Demo Mahasiswa Dukung KPK Dibubar Paksa Polisi

1
Pendemo saat akan dibubarkan Polisi

Kupang – Demonstrasi mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) badan eksekutif wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian, karena tidak milik ijin.

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung aman berubah ricuh, setelah aparat kepolisian membubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa itu karena tidak memiliki ijin resmi. Mahasiswa tidak terima pembubaran paksa tersebut, akibatnya terjadi kericuhan dan aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda NTT itu, mahasiswa mendukung KPK, dan menuntut agar segera menghentikan upaya penghancuran KPK serta membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri, serta membatalkan pencalonan Komjen Pol Budi Waseso sebagai calon Kapolri.

“Pemilihan harus melalui KPK, PPATK dan publik,” tulis mereka dalam tuntutannya yang diterima awak media di Kupang, Senin (16/1).

Kepala bidang humas Polda NTT AKBP, Agus Santosa kepada wartawan menyampaikan bahwa pembubaran paksa mahasiswa pendemo di depan Polda NTT, karena tidak miliki ijin unjuk rasa. “Unjuk rasa itu, tidak berijin, sehingga dibubarkan paksa,” kata Agus singkat.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca