Bupati Lembata Bantah Ikan Berformalin Dari Daerahnya

3
Bupati Lembata Eliazer Yantje Sunur

Kupang – Bupati Lembata Eliazer Yantje Sunur membantah berita yang menyebutkan bahwa daerahnya menjual ikan berformalin serta menjual ke kabupaten lainnya. Bantahan itu disampaikan Yantje dari Lembata melalui hubungan telepon dengan wartawan.

Menurut Yantje Sunur, di daerah itu tidak ada yang menjual formalin, selain formalin rumah sakit. “Penjualan formalin di Lembata sangat terkontrol dan tidak dijual bebas, apalagi di Lembata tidak ada yang jual selain di rumah sakit,” kata Yantje Sunur, Rabu (4/3) dari Lembata.

Namun Yantje menyampaikan bahwa jika ada ikan yang berformalin dan beredar di luar Lembata, kemungkinan besar itu ditaruh saat di kapal dan bukan dilakukan nelayan Lembata.

Sunur mengaku setelah beredar informasi ikan berformalin dari daerah itu, pemerintah setempat bersama para nelayan langsung melakukan pengecekan dan tidak menemukan adanya ikan berformalin di daerahnya itu.

Tak hanya dengan masyarakat nelayan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satpol PP, Pol Air dan TNI Angkatan Laut untuk melakukan sosialisasi ke pasar ikan, karena informasi penggunaan formalin sudah sangat meresahkan.

“Ini bisa saja tuduhan ikan Lembata berformalin karena ada persaingan bisnis yang bertujuan mematikan nelayan Lembata, saya yakin bahwa ikan Lembata memiliki kualitas terbaik dari daerah lain,” katanya.

Sebagaimana diberitakan fren247.com, ikan berformalin masuk ke Kupang. Petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur menahan sekitar 12 ton ikan berformalin asal Lembata dan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca