Bandara I Gusti Ngurah Rai Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

0
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali

Tuban– Memasuki usianya ke 51 yang jatuh tepat tanggal 20 Februari 2015, PT. Angkasa Pura makin agresif dalam memantapkan posisinya untuk menjadi salah satu pengelola bandara terbaik di Asia. Upaya nyata yang sudah dilakukan adalah melalui transformasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Transformasi tidak hanya dari fisik bangunan tetapi diseluruh aspek pelayanan kebandar udaraan.

Dengan trend traffic penerbangan dan penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya, Bandara I Gusti Ngurah Rai di tahun 2015 akan mengalami titik kejenuhan (saturated).

Hhal ini  berdasarkan hasil kajian dari lembaga research internasional L&B. Oleh sebab itu PT. Angkasa Pura I melakukan pengembangan infrastruktur dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun yang murni dibiayai oleh Angkasa Pura I sendiri melalui loan investment.

Ada 4 elemen yang menjadi fokus pengembangan bandara, yaitu perluasan terminal domestik dan internasional, perluasan serta penataan apron serta pembangunan akses dari dan ke bandara melalui keikutsertaan Angkasa Pura I dalam pembangunan Bali tol bersama Jasamarga,  BTDC dan Pelindo. Yang terakhir adalah pembangunan General Aviation Terminal khususbagi penerbangan charter yang merupakan  terminal private jet pertama di Indonesia.

“Seperti kita ketahui Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan pintu gerbang utama Bali tidak hanya bagi wisawatan internasional tetapi juga wisatawan domestik, untuk itu Angkasa Pura I membuka selebar-lebarnya pintu memasuki Bali melalui peningkatan kapasitas terminal. Jika dibandingkan dengan infrastuktur sebelum pengembangan, luas terminal internasional dan domestik yang baru meningkat hingga lebih dari dua kali lipat sehingga kami dapat menampung lebih banyak penerbangan dan melayani lebih banyak penumpang. Tahun 2014 kami telah melayani 17,3 juta penumpang atau meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya” Ujar General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado.

Terminal lama Bandara I GustiNgurah Rai hanya mampu melayani 8,5 juta penumpang per tahun, sangat jauh dibandingkan dengan kondisi saat ini yang memiliki daya tampung 25 juta penumpang per tahun.

Dengan daya tampung yang meningkat hampir 200% ini tentu sangat positif dalam menunjang kepariwisataan Bali.

Tidak hanya fasilitas terminal, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menjadi bandara pertama di Indonesia yang mengaplikasikan Hold Baggage Screening, system canggih penanganan bagasi yang dikelola secara komputerisasi.

“Kami tidak hanya membangun terminal dengan megah, tetapi juga melengkapinya dengan sistem yang canggih dan modern.  Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah bandara pertama di Indonesia yang penanganan bagasinya tidak lagi konvensional tetapi sudah tersistem dengan sangat baik menggunakan Hold Baggage Screening atau HBS. Dengan HBS ini, pelayanan bagasi menjadi lebih cepat dengan tingkat keamanan yang juga jauh lebih baik,” jelas Herry.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca