Gubernur Bali Minta Eksekusi Mati Kasus Narkoba Tidak di Bali

0
Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika

Denpasar – Hingga saat ini belum ada kepastian eksekusi, terhadap dua terpidana mati kasus Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang masih ditahan di Lapas Kerobokan, Denpasar Bali.

Meskipun demikian, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika rupanya sudah menentukan sikap. Walau tak punya kewenangan, namun Gubernur mengimbau agar eksekusi mati tidak dilangsungkan di Bali.

Pastika menyatakan, bahwa persoalan itu adalah ranah hukum. Dirinya pun yakin, Pemerintah Australia sudah memahami hal tersebut. Hanya saja, Gubernur memiliki pertimbangan tersendiri mengenai lokasi eksekusi.

“Menurut saya pertimbangannya ini pertimbangan hukum. Kalau seluruh proses sudah ditempuh, tapi tetap tidak bisa mau bagaimana lagi. Tapi masalah tempat, kita imbau jangan di Bali,” paparnya, di Denpasar, Selasa (27/01).

Dia pun menyadari, menentukan lokasi eksekusi bukanlah kewenangan Gubernur. Namun, dengan berbagai pertimbangan, ia berharap hal ini dapat diwujudkan.

Pariwisata menjadi alasan utama Gubernur mengimbau eksekusi tidak di Bali. Menurutnya, selama ini wisatawan Australia mendominasi kunjungan Wisman ke Bali. Bahkan, warga Negeri Kangguru tersebut telah menganggap Bali sebagai rumah keduanya. Mantan kapolda Bali itu khawatir, jika eksekusi dilangsungkan di Bali akan berdampak pada psikologis Wisman Australia yang berada di Bali.

Berdasarkan dari dinas pariwisata Bali, kunjungan wisman asal Australia pada tahun 2014 mencapai 991,024 dan menduduki peringkat pertama.

Gubernur Pastika juga berharap, Pemerintah Australia memahami, terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

“Bukan tidak boleh eksekusi di Bali, tapi saya imbau. Karena di sini banyak sekali orang Australia. Touris kita itu banyak sekali dari Australia, orang Australia itu sudah anggap Bali seperti rumhanya sendiri. Dari dulu saya ingakan kalau sayang Bali jangan bawa narkoba ke Bali,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca